Showing posts with label Cerita Sex Selingkuh. Show all posts
Showing posts with label Cerita Sex Selingkuh. Show all posts

Monday, 7 September 2015

Cerpen Sex | Langganan Ngent0t Sahabat Istriku Yang Bohay



Cerita Dewasa | Langganan Ngent0t Sahabat Istriku Yang Bohay – Kejadiannya ketika aku sdh berkeluarga dan sdh memiliki satu anak umur +2 thn, usiaku kala itu 30 thn. Kami baru pindah ke sebuah kompleks perumahan di kota S xxxxxx yg masih sgt baru. Blm banyak penghuni yg menempatinya, malahan di gang rumahku (yg terdiri dari 12 rumah) baru dua rumah yg ditempati, yaitu rumahku dan rumah Pras. Pras jg sdh beristri, namanya Alina, tapi biasa dipanggil Lina. Mereka blm punya anak sekalipun sdh menikah lebih dari 2 thn. Rumah Pras hanya berjarak 2 rumah dari rumahku. Krn tidak ada tetangga yang lain, kami jadi cepat sekali akrab. Aku dan Pras jadi seperti sahabat lama, kebetulan kami seumuran dan hobi kami sama, catur. Lina, yang berumur 26 thn, jg sgt dekat dgn istriku, Winda. Mereka hampir tiap hari saling curhat tentang apa saja, dan soal seks jg sering mereka perbincangkan. Biasa mereka berbincang di teras depan rumahku kalau sore sambil Winda menyuapi Aria, anak kami. Mereka sama sekali tidak tahu kalau aku sering “menguping” rumpian mereka dari kamarku.





Aku jadi banyak tahu tentang kehidupan seks Lina dan suaminya. Intinya Lina kurang “happy” soal urusan ranjang ini dgn Pras. Bukannya Pras ada kelainan, tapi dia senangnya tembak langsung tanpa pemanasan dahulu, sgt konservatif tanpa variasi dan sgt egois. Begitu sdh ejakulasi ya sdh, dia tidak peduli dgn istrinya lagi. Sehingga Lina sgt jarang mencapai kepuasan dgn Pras. Sebaliknya istriku cerita ke Lina kalau dia sgt “happy” dgn kehidupan seksnya. Dan memang, sekalipun aku bukan termasuk “pejantan tangguh”, tapi aku hampir selalu bisa memberikan kepuasan kepada istriku. Mereka saling berbagi cerita dan kadang sgt mendetail malah. Sering Lina secara terbuka menyatakan iri pada istriku dan hanya ditanggapi dgn tawa ter-kekeh2 oleh Winda. Wajah Lina cukup cantik, sekalipun tidak secantik istriku memang, tapi bodinya sungguh sempurna, padat berisi. Kulitnya yang putih jg sgt mulus. Dan dlm berpakaian Lina termasuk wanita yang “berani” sekalipun masih dlm batas2 kesopanan. Sering aku secara tak sadar menelan ludah mengaggumi tubuh Lina, diluar tahu istriku tentu saja. Akung sekali tubuh yang demikian menggiurkan jarang mendapat siraman kepuasan seksual, sering aku berpikiran kotor begitu. Tapi semuanya masih bisa aku tangkal dgn akal sehatku.

Jum’at petang itu kebetulan aku sendirian di rumah. Winda, dan Aria tentu saja, paginya pulang ke rumah orangtuanya di M, krn hari Minggunya adik bungsunya menikah. Rencananya Sabtu pagi akan akan menyusul ke M. Kesepian di rumah sendirian, setelah mandi aku melangkahkan kaki ke rumah Pras. Maksud hati ingin mengajak dia main catur, seperti yang sering kami lakukan kalau tidak ada kegiatan. Rumah Pras sepi2 saja. Aku hampir mengurungkan niatku untuk mengetuk pintu, krn aku pikir mereka sedang pergi. Tapi lamat2 aku dengar ada suara TV. Aku ketuk pintu sambil memanggil “Pras. . Pras, ” Beberapa saat kemudian terdengar suara gerendel dan pintu terbuka. Aku sempat termangu sepersekian detik. Di depanku berdiri sesosok perempuan cantik tanpa make-up dgn rambut yang masih basah tergerai sebahu. Dia mengenakan daster batik mini warna hijau tua dgn belahan dada rendah, tanpa lengan yang memeperlihatkan pundak dan lengan yang putih dan sgt mulus. “Eh. . Mas Benny. Masuk Mas, ” sapaan ramah Lina menyadarkan aku bahwa yang membukakan pintu adalah Lina. Sungguh aku blm pernah melihat Lina secantik ini. Biasanya rambutnya selalu diikat dgn ikat rambut, tak pernah dibiarkan tergerai seperti ini. “Nnng a Pras mana Lin “”Wah Mas Pras luar kota Mas. “”Tumben Lin dia tugas luar kota. Kapan pulang “”Iya Mas, kebetulan ada acara promosi di Y, jadi dia harus ikut, sampai Minggu baru pulang. Mas Benny ada perlu ama Mas Pras “”Enggak kok, cuman pengin ngajak catur aja. Lagi kesepian nih, Winda ama Aria ke M. “”Wah kalo cuman main catur ama Lina aja Mas. “

Sebetulnya aku sdh ingin menolak dan balik kanan pulang ke rumah. Tapi entah bisikan darimana yang membuat aku berani mengatakan: “Emang Lina bisa catur “”Eit jangan menghina Mas, biar Lina cewek blm tentu kalah lho ama Mas. ” kata Lina sambil tersenyum yang menambah manis wajahnya. “Ya bolehlah, aku pengin menjajal Lina, ” kataku dgn nada agak nakal. Lagi2 Lina tersenyum menjawab godaanku. Dia membuka pintu lebih lebar dan mempersilahkan aku duduk di kursi tamu. “Sebentar ya Mas, Lina ambil minuman. Mas susun dulu caturnya. “Lina melenggang ke ruang tengah. Aku semakin leluasa memperhatikannya dari belakang. Kain daster yang longgar itu ternyata tak mampu memnyembunyikan lekuk tubuh Lina yang begitu padat. Goyangan kedua puncak pantatnya yg berisi tampak jelas ketika Lina melangkah. Mataku terus melekat sampai Lina menghilang di pintu dapur. Buru2 aku ambil catur dari rak pajangan dan aku susun di atas meja tamu.

Pas ketika aku selesai menyusun biji catur, Lina melangkah sambil membawa baki yang berisi 2 cangkir teh dan sepiring kacang goreng kegemaran aku dan Pras kalau lagi main catur. Ketika Lina membungkuk meletakkan baki di meja, mau tak mau belahan dada dasterya terbuka dan menyingkap dua bukit payudara yang putih dan sgt padat. Darahku berdesir kencang, ternyata Lina tidak memakai bra! Tampaknya Lina tak sadar kalau sdh “mentraktir” aku dgn pemandangan yang menggiurkan itu. Dgn wajar di duduk di kursi sofa di seberang meja. “Siapa jalan duluan Mas “”Lina kan putih, ya jalan duluan dong, ” kataku sambil masih ber-debar2. Beberapa saat kami mulai asik menggerakkan buah catur. Ternyata memang benar, Lina cukup menguasai permaian ini. Beberapa kali langkah Lina membuat aku harus berpikir keras. Lina pun tampakya kerepotan dgn langkah2ku. Beberapa kali dia tampak memutar otak. Tanpa sadar kadang2 dia membungkuk di atas meja yg rendah itu dgn kedua tangannya bertumpu di pinggir meja. Posisi ini tentu saja membuat belahan dasternya terbuka lebar dan kedua payudaranya yang aduhai itu menjadi santapan empuk kedua mataku. Konsentrasiku mulai buyar.

Satu dua kali dlm posisi seperti itu Lina mengerling kepadaku dan memergoki aku sedang menikmati buah dadanya. Entah memang dia begitu tenggelam dlm berpikir atau memang sengaja, dia sama sekali tidak mencoba menutup dasternya dgn tangannya, seperti layaknya reaksi seorang wanita dlm kondisi ini. Aku semakin berani menjelajah sekitar wilayah dadanya dgn sapuan pandanganku. Aku betul2 terpesona, sehingga permaian caturku jadi kacau dan dgn mudah ditaklukkan oleh Lina. “Cckk cckk cckk Lina memang hebat, aku ngaku kalah deh. “”Ah dasar Mas aja yang ngalah dan nggak serius mainnya. Konsentrasi dong Mas, ” jawab Lina sambil tersenyum menggoda. “Ayo main lagi, Lina blm puas nih. ” Ada sedikit nada genit di suara Lina. Kami main lagi, tapi kali ini aku mencoba lebih konsentrasi. Permainan berjalan lbh seru, sehingga suatu saat ketika sedang berpikir, tanpa sengaja tanganku menjatuhkan biji catur yg sdh “mati” ke lantai. Dgn mata masih menatap papan catur aku mencoba mengambil biji catur tsb dari lantai dgn tangan kananku. Rupa2nya Lina jg melakukan hal yg sama, sehingga tanpa sengaja tangan kami saling bersenggolan di lantai.

Entah siapa yang memulainya, tapi kami saling meremas lembut jari tangan di sisi meja sambil masih duduk di kursi masing2. Aku melihat ke arah Lina, dia masih dlm posisi duduk membungkuk tapi matanya terpejam. Jari2 tangan kirinya masih terus meremas jari tangan kananku. Aku menjulurkan kepalaku dan mencium dahi Lina dgn sgt mesra. Dia sedikit terperanjat dgn “langkah”ku ini, tapi hanya sepersekian detik saja. Matanya masih memejam dan bibirnya yg padat sedikit terbuka dan melenguh pelan, “oooohhh a” Aku tak menyia-nyiakan kesempatan ini. Aku kulum lembut bibir Lina dgn bibirku, dia menyambutnya dgn mengulum balik bibirku sambil tangan kanannya melingkar di belakang leherku. Kami saling berciuman dgn posisi duduk berseberangan dibatasi oleh meja. Kulumam bibir Lina ke bibirku berubah menjadi lumatan. Bibirku disedot pelan, dan lidahnya mulai menyeberang ke mulutku. Aku pun menyambutnya dgn permainan lidahku.

Merasa tidak nyaman dlm posisi ini, dgn sgt terpaksa aku lepaskan ciuman Lina. Aku bangkit berdiri, berjalan mengitari meja dan duduk di sisi kiri Lina. Blm sedetik aku duduk Lina sdh memeluk aku dan bibirnya yg kelihatan jadi lebih sensual kembali melumat kedua bibirku. Lidahnya terus menjelajah seluruh isi mulutku sepanjang yg bisa dia lakukan. Aku pun tak mau kalah bereaksi. Harus aku akui bahwa aku blm pernah berciuman begini “hot”, bahkan dgn istriku sekalipun. Rasanya seumur hidup kami berciuman begini, sampai akhirnya Lina agak mengendorkan “serangan”nya. Kesempatan itu aku gunakan untuk mengubah arah seranganku. Aku ciumi sisi kiri leher Lina yang putih jenjang merangsang itu. Rintih kegelian yg keluar dari mulut Lina dan bau sabun yg harum semakin memompa semangatku. Ciumanku aku geser ke belakang telinga Lina, sambil sesekali menggigit lembut cuping telinganya. Lina semakin menggelinjang penuh kegelian bercampur kenikmatan. “Aaaahhhh a aaaahhhhh, ” rintihan pelan yang keluar dari mulut Lina yang terbuka lebar seakan musik nan merdu di telingaku.

Lengan kananku kemudian aku rangkulkan ke lehar Lina. Tangan kananku mulai menelusup di balik dasternya dan merayap pelan menuju puncak buah dada Lina yg sebelah kanan. Wow a payudara Lina, yang sedari tadi aku nikmati dgn sapuan mataku, ternyata sgt padat. Bentuknya sempurna, ukurannya cukup besar krn tanganku tak mampu mengangkup seluruhnya. Jari2ku mulai menari di sekitar puting susu Lina yang sdh tegak menantang. Dgn ibu jari dan telunjukku aku pelintir lembut puting yang mungil itu. Lina kembali menggelinjang kegelian, namun tanpa reaksi penolakan sedikitpun. Dia menolehkan wajahnya ke kiri, dgn mata yang masih terpejam dia melumat bibirku. Kami kembali berciuman dgn panasnya sambil tanganku terus bergerilya di payudara kanannya. Reaksi kenikmatan Lina dia salurkan melalui ciuman yg semakin ganas dan sesekali gigitan lembut di bibirku.

Tangan kiriku aku gerakkan ke paha kiri Lina. Darahku semakin mengalir deras ketika aku rasakan kelembutan kulit paha mulus Lina. Lambat namun pasti, usapan tanganku aku arahkan semakin keatas mendekati pangkal pahanya. Ketika jariku mulai menyentuh celana dlm Lina di sekitar bukit kemaluannya, aku menghentikan gerakanku. Tangan kiriku aku kembali turunkan, aku usap lembut pahanya mulai dari atas lutut. Gerakan ini aku ulang beberapa kali sambil tangan kananku masih memelintir puting kanan Lina dan mulut kami masih saling berpagutan. Ciuman Lina semakin mengganas pertanda dia mengharapkan lebih dari gerakan tangan kiriku. Aku pun mulai meraba bukit kemaluannya yang masih terbalut celana dlm itu. Entah hanya perasaanku atau memang demikian, aku rasakan denyut lembut dari alat kemaluan Lina. Dgn jari tengah tangan kiriku, aku tekan pelan tepat di tengah bukit nan empuk itu. Denyutan itu semakin terasa. Aku jg rasakan kehangatan disana. “Aaahh a Mas Ben a aahhh. . iya. . iya, “

Lina melenguh sambil sedikit meronta dan kedua tangannnya menyingkap daster mininya serta menurunkan celana dlmnya sampai ke lututnya. Serta merta mataku bisa menatap leluasa kemaluan Lina. Bukitnya menyembul indah, bulu2nya cukup tebal sekalipun tidak panjang bergerombol hanya di bagian atas. Di antara kedua gundukan daging mulus itu terlihat celah sempit yang kentara sekali berwarna merah kecoklatan. Sedetik dua detik aku sempat terpana dgn pemandangan indah yg terhampar di depan mataku ini. Kemudian jari2 tangan kiriku mulai membelai semak2 yg terasa sgt lembut itu. Betul2 lembut bulu2 Lina, aku tak pernah mambayangkan ada bulu pubis selembut ini, hampir selembut rambut bayi. Lina mereaksi belaianku dgn menciumi leher dan telinga kananku. Kedua tangannya semakin erat memeluk aku. Tangan kananku dari tadi tak berhenti me-remas2 buah dada Lina yang sgt berisi itu. Jari2ku mulai mengusap lembut bukit kemaluan Lina yang sgt halus itu. Perlahan aku sisipkan jari tengah kiriku di celah sempit itu. Aku rasakan sediit lembab dan agak berlendir. Aku menyusup lebih dlm lagi sampai aku menemukan klitoris Lina yg sgt mungil dgn ujung jariku. Dgn gerakan memutar lembut aku usap benda kecil yang nikmat itu. “Ahhhh a iya a Mas. . Ben a ahhhh. . ahhhh. “

Jari tengahku aku tekan sedikit lebih kuat ke klitoris Lina, sambil aku gosokkan naik turun. Lina meresponsnya dgn membuka lebar kedua pahanyan, namun gerakannya terhalang celana dlm yg masih bertengger di kedua lututnya. Sejenak aku hentikan gosokan jariku, aku gunakan tangan kiriku untuk menurunkan benda yang menghalangi gerakan Lina itu. Lina membantu dgn mengangkat kaki kirinya sehingga celana dlmnya terlepas dari kaki kirinya. Sekarang benda itu hanya menggantung di lutut kanan Lina dan gerankan Lina sdh tak terhalang lagi. Dgn leluasa Lina membuka lebar kedua pahanya. Dari sudut pandang yang sgt sempit aku masih bisa mengintip bibir kemaluan Lina yang begitu tebal merangsang, hampir sama tebal dan sensualnya dgn bibir atas Lina yang masih menciumi leherku. Jariku sekarang leluasa menjelajah seluruh kemaluan Lina yang sdh sgt licin berlendir itu.

Aku gosok2 klitoris Lina dgn lebih kuat sambil sesekali mengusap ujung liang kenikmatannya dan aku gesek keatas kearah klitorisnya. Aku tahu ini bagian yang sgt sensitif dari tubuh wanita, tak terkecuali wanita molek yg di sampingku ini. Lina menggelinjang semakin hebat. “Aaaaaahhhhh a. Mas. . Mas a.. ahhhhh. . terus a ahhhhh, ” pintanya sambil merintih. Intensitas gosokanku semakin aku tingkatkan. Aku mulai mengorek bagian luar lubang senggama Lina. “Iya a ahhh a iya. . Mas. . Mas. . Mas Ben. “Lina sdh lupa apa yang harus dia lakukan. Dia hanya tergolek bersandar di sofa yang empuk itu. Kepalanya terdongak kebelakang, matanya tertutup rapat. Mulutnya terbuka lebar sambil tak henti mengeluarkan erangan penuh kenikmatan. Tangannya terkulai lemas di samping tubuhnya tak lagi memelukku. Tangan kananku pun sdh berhenti bekerja krn merangkul erat Lina agar dia tidak melorot ke bawah. Daster Lina sdh terbuka sampai ke perutnya, menyingkap kulit yang sgt putih mulus tak bercacat. Celana dlm Lina masih menggantung di lutut kanannya. Pahanya menganngkang maksimal.

Jariku masih menari-nari di seluruh bagian luar kemaluan Lina, yang semakin aku pandang semakin indah itu. Aku sengaja blm nenyentuh bagian dlm lubang surganya. Kepala Lina sekarang meng-geleng2 kiri kanan dgn liarnya. Rambut basahnya yang sdh mulai kering tergerai acak2an, malah menambah keayuan wajah Lina. “Mas a Mas a. ahhhhh a. enak a. ahhhh nggak tahaaann. . ahhhh. “Aku tahu Lina sdh hampir mencapai puncak kenikmatan birahinya. Dgn lembut aku mulai tusukkan jari tengahku ke dlm lubang vaginanya yg sdh sgt basah itu. Aku sorongkan sampai seluruh jariku tertelan lubang Lina yang cukup sempit itu. Aku tarik perlahan sambil sedikit aku bengkokkan keatas sehingga ujung jariku menggesek lembut dinding atas vagina Lina. Gerakan ini aku lakukan berulang kali, masuk lurus keluar bengkok, masuk lurus keluar bengkok, begitu seterusnya. Tak sampai 10 kali gerakan ini, Tiba2 Tubuh Lina menjadi kaku, kedua tangannnya mencengkeram erat pinggiran sofa. Kepalanya semakin mendongak kebelakang. Mulutnya terbuka lebar. Gerakanku aku percepat dan aku tekan lebih dlm lagi. “Aaaaaaaaaaaaahhhhhhhhhh. “

Lina melenguh dlm satu tarikan nafas yang panjang. Tubuhnya sedikit menggigil. Aku bisa merasakan jari tanganku makin terjepit kontraksi otot vagina Lina, dan bersaman dgn itu aku rasakan kehangatan cairan yg menyiram jariku. Lina telah mencapai orgasmenya. Aku tidak menghentikan gerakan jariku, hanya sedikit mengurangi kecepatannya. Tubuh Lina masih menggigil dan menegang. Mulutnya terbuka tapi tak ada suara yg keluar sepatahpun, hanya hembusan nafas kuat dan pendek2 yg dia keluarkan lewat mulutnya. Kondisi demikian berlangsung selama beberapa saat. Kemudian tubuh Lina berangsur melemas, aku pun memperlambat gerakan jariku sampai akhirnya dgn sgt perlahan aku cabut dari liang kenikmatan Lina. Mata Lina masih terpejam rapat, bibirnya masih sedikit ternganga. Dgn lembut dan pelan aku dekatkan bibirku ke mulut Lina. Aku cium mesra bibirnya yang sgt sensual itu. Lina pun menyambut dgn tak kalah mesranya. Kami berciuman bak sepasang kekasih yg saling jatuh cinta. Agak berbeda dgn ciuman yg menggelora seperti seblmnya. “Nikmat Lin ” Dgn lembut aku berbisik di telinga Lina. “Mas Ben a ah a Lina blm pernah merasakan kenikmatan seperti tadi. . sungguh Mas. Mas Ben sgt pinter a Makasih Mas a Winda sungguh beruntung punya suami Mas. “”Aku yg beruntung Lin, bisa memberi kepuasan kepada wanita secantik dan semulus kamu. “”Ah Mas Ben bisa aja a Lina jadi malu. “Seluruh kejadian tadi sekalipun terasa sgt lama, tapi aku tahu sesungguhnay tak lebih dari 5 menit. Oh, ternyata Lina wanita yang cepat mencapai orgasme, asal tahu bagaimana caranya. Sungguh tolol dan egois Pras kalau sampai tidak bisa memuaskan istrinya ini. Aku berpikir dlm hati.

Lina kemudian sadar akan kondisinya saat itu. Dasternya awut2an, kemaluannya masih terbuka lebar, dan celana dlmnya tersangkut di lutunya. Dia segera duduk tegak, menurunkan dasternya sehingga menutup pangkal pahanya. Gerakan yang sia2 sebetulnya krn aku sdh melihat segalanya. Akhirnya dia bangkit berdiri. “Lina mau cuci dulu Mas. “”Aku ikut dong Lin, ntar aku cuciin, ” aku menggodanya. “Ihhh Mas Ben genit. “Sambil berkata demikian dia menggamit tanganku dan menarikku ka kamarnya. Aku tahu ada kamar mandi kecil disana, sama persis seperti rumahku. Sampai di kamar Lina aku berkata:”Aku copot pakaianku dulu ya Lin, biar nggak basah. “Lina tdk berkata apa2 tetapi mendekati aku dan membantu melepas kancing celanaku semantara aku melepaskan kaosku. Aku lepaskan jg celanaku dan aku hanya memakai celana dlm saja. Lina melirik ke arah celana dlmku, atau lebih tepatnya ke arah benjolan berbentuk batang yg ada di balik celana dlmku. Aku maju selangkah dan mengangkat ujung bawah daster Lina sampai keatas dan Lina mengangkat kedua tangannya sehingga dasternya mudah terlepas.

Baru sekarang aku bisa melihat dgn jelas tubuh mulus Lina. Sungguh tubuh wanita yang sempurna, semuanya begitu indah dan proporsional, jauh melampaui khayalanku seblmnya. Payudara yang dari tadi hanya aku intip dan raba sekarang terpampang dgn jelas di hadapanku. Bentuknya bundar kencang, cukup besar, tapi masih proporsional dgn ukuran tubuh Lina yg sexy itu. Putingnya sgt kecil bila dibanding ukuran bukit buah dadanya sendiri. Warna putingnya coklat agak tua, sungguh kontras dgn warna kulit Lina yg begitu putih. Perut Lina sungguh kecil dan rata, tak tampak sedikitpun timbunan lemak disana. Pinggulnya sungguh indah dan pantatnya sgt sexy, padat dan sgt mulus. Pahanya sgt mulus dan padat, betisnya tidak terlampau besar dan pergelangan kakinya sgt kecil. Rupa2 Lina sadar kalau aku sedang mengagumi tubuhnya. Dgn agak malu2 di berkata:”Mas curang a Lina udah telanjang tapi Mas blm buka celana dlmnya. “Tanpa menunggu reaksiku, Lina maju selangkah, agak membungkuk dan memelorotkan celana dlmku. Aku membantunya dgn melangkah keluar dari celana ku. Tongkat kejantananku yg sedari tadi sdh berdiri tegak langsung menyentak seperti mainan badut keluar dari kotaknya. Kami berdua berdiri berhadapan sambil bertelanjang bulat saling memandangi.

Tak tahan aku hanya melihat tubuh molek Lina, aku maju langusng aku peluk erat tubuh Lina. Kulit tubuhku langsung bersentuhan dgn kulit halus tubuh Lina tanpa sehelai benangpun yang menghalangi. “Kamu cantik dan seksi sekali Lin. “”Ah Mas Ben ngeledek aja. “”Bener kok Lin. “Sambil berkata demikian aku rangkul Lina lalu aku bimbing masuk ke kamar mandi. Aku semprotkan sedikit air dgn shower ke kemauluan Lina yg masih berlendir itu. Kemudian tangan kananku aku lumuri dgn sabun, aku peluk Lina dari belakang dan aku sabuni seluruh kemaluan Lina dgn lembut. Rupanya Lina suka dgn apa yg aku lakukan, dia merapatkan punggungnya ke tubuhku sehingga penisku menempel rapat ke pantatnya. Dgn gerakan lambat dan teratur aku menggosok selangkangan Lina dgn sabun. Lina mengimbanginya dgn mengggerakkan pinggulnya seirama dgn gerakanku. Gesekan tubuhku dgn kulit halus mulus Lina seakan membawaku ke puncak surga dunia.

Akhirnya selesai jg aku membantu Lina mencuci selangkangannya dan mengeringkan diri dgn handuk. Sambil saling rangkul kami kembali ke kamar dan berbaring bersisian di tempat tidur. Kami saling berpelukan dan berciuman penuh kemesraan. Aku raba seluruh permukaan tubuh mulus Lina, betul2 halus dan sempurna. Lina pun beraksi mengelus batang kejantananku yang semakin menegang itu. Aku ingin memberikan Lina kepuasan sebanyak mungkin malam ini. Aku ingin Lina merasakan kenikmatan yang blm pernah dia rasakan seblmnya dgn seorang pria. Dan aku merasa sgt beruntung bisa melakukan itu krn, dari cerita Lina ke Winda, aku tahu tak ada pria lain yg pernah menyentuhnya kecuali Pras, dan sekarang aku. Tubuh telanjang Lina aku telentangkan, kemudian aku melorot mendekati kakinya. Aku mulai menciumi betisnya, perlahan keatas ke pahanya yang mulus. Aku nikmati betul setiap inci kulit paha mulus dan halusnya dgn sapuan bibir dan lidahku. Akhirnya mulutku mulai mendekati pangkal pahanya. “Ahhhhh Mas Ben a. ah. . jangan. . nanti Lina nggak tahan lagi. . ah. “Sekalipun mulutnya berkata “jangan” namun Lina justru membuka kedua pahanya semakin lebar seakan menyambut baik serangan mulutku itu. “Nikmati saja Lin a. aku akan memberikan apa yg tdk pernah diberikan Pras padamu. “Aku meneruskan jilatan dan ciumanku ke daerah selangkangan Lina yg sdh menganga lebar. Aku lihat jelas bibir vaginanya yg begitu tebal dan sensual. Perlahan aku katupkan kedua bibirku ke bibir bawah Lina. Sambil “berciuman” aku julurkan lidahku mengorek ujung liang senggama Lina yg merangsang dan wangi itu. “Ahhhh a. Mas Ben a aaaaahhh. . please. . please. “Begitu mudahnya kata2 Lina berubah dari “jangan” menjadi “please”. Bibirku aku geser sedikit keatas sehingga menyentuh klitorisnya yg berwarna pink itu. Perlahan aku julurkan lidahku dan aku menjilatinya ber-kali2. Sekarang Lina bereaksi tepat seperti yang aku duga. Dia membuka selangkangannya semakin lebar dan menekuk lututnya serta mengangkat pantatnya. Aku segera memegang pantatnya sambil me-remas2nya. Lidahku semakin leluasa menari di klitoris Lina. “Aaaaaahhhhhh a. enak Mas a. enak a. ahhhh. . iya a. ahhhh ahhhhh. “

Hanya itu yang keluar dari mulut Lina menggambarkan apa yg sedang dia rasakan saat ini. Aku semakin meningkatkan kegiatan mulutku, aku katupkan kedua bibirku ke klitoris Lina yg begitu mungil, Aku sedot lambat2 benda sebesar kacang hijau itu. “Maaaaasss a. nggak tahaaaan a ahhhhh. . Maassss. “Dari pengalamanku tadi memasturbasi Lina dgn jari aku tahu pertahanan Lina tinggal setipis kertas. Lalu aku rubah taktik ku. Aku lepaskan tangan kananku dari pantat Lina, kemudian jari tengahku kembali beraksi menggosok klitorisnya. Lidahku aku julurkan mengorek seluruh lubang kenikmatan Lina sejauh yg aku bisa. Sungguh luar biasa respon Lina. Tubuhnya menegang membuat pantat dan selangkangannya semakin terangkat, kedua tangannya mencengkeram kain sprei. “AAAaaaaahhhhh a maaaaaaaaaaaaaassssssss. “Bersamaan dgn erangan Lina aku rasakan ada cairan hangat dan agak asin yg keluar dari liang vaginanya dan langsung membasahi lidahku. Aku julurkan lidahku semakin dlm dan semakin banyak cairan yg bisa aku rasakan.

Tiba2 Lina memberontak, segera menarik aku mendekatinya. Tangan kananku dia pegang dan sentuhkan ke kemaluannya. Sambil matanya masih terpejam, dia memeluk aku dan langsung mencium bibirku yang masih belepotan dgn lendir kenikmatannya. Aku tahu apa yg dia mau. Aku biarkan bibir dan lidahnya menari di mulutku menyapu semua sisa lendir yg ada disana. Jari tanganku aku benamkan kedlm vaginanya dan aku gerakkan masuk keluar dgn cepat. Tubuh Lina kembali menggigil dan vaginanya mengeluarkan cairan lagi. Rupanya itu adalah sisa orgasmenya. Kami masih berciuman sampai tubuh Lina mulai melemas. perlahan aku angkat tangan kananku dari selangkangannya, aku peluk dia dgn lembut. Bibirku perlahan aku lepaskan dari cengkeraman mulut Lina. Tubuh Lina tergolek lemah seakan tanpa tulang. Matanya sedikit terbuka menatap mesra ke arahku. Bibirnya sedikit menyungging senyum penuh kepuasan.
“Mas a. itu tadi luar biasa Mas a Lina blm pernah digituin a Mas Ben hebat. . makasih Mas a Lina hutang banyak ama Mas Ben. “”Lin aku jg sgt senang kok bisa membuat Lina puas seperti itu. “Sambil aku kecup lembut keningnya. Mata Lina berbinar penuh rasa terima kasih. Aku merasakan kenikmatan bathin yg luar biasa saat itu. Kami berbaring telentang bersebelahan untuk beberapa saat. Penisku masih tegang berdiri, tapi aku tidak hiraukan krn nanti pasti akan dapat giliran jg.

Lina bangkit dari tempat tidur dan berjalan ke kamar mandi. Kali ini aku biarkan di membersihkan dirinya sendiri. Aku tetap berbaring sambil mengenangkan keindahan yg baru aku alami. Tak berapa lama Lina sdh kembali dan dia langsung berbaring di sampingku. Matanya menatap lekat ke penisku seakan dia baru sadar ada benda itu disana. “Mas Ben pengin diapain ” Lina bertanya manja. “Terserah kamu Lin, biasanya ama Pras gimana dong ” Aku coba memancing”Biasa ya langsung dimasukin aja Mas. Lina jarang puas ama dia. “”Oh a terus Lina penginnya gimana “”Ya kayak ama Mas Ben tadi, Lina puas banget. a Lina pengin cium punya Mas Ben boleh nggak “”Emang Lina blm pernah “”Blm Mas, ” agak jengah dia menjawab, “Mas Pras nggak pernah mau. “”Ya silahkan kalau Lina mau. “Tanpa menunggu komando Lina segera merangkak mengarahkan kepalanya mendekati selangkanganku. Dia pegang batang penisku, dia mengamati dari dekat sambil sedikit melakukan gerakan mengocok. Sgt kaku dan canggung. “Ayo Lin, , aku ngak apa2 kok. Kalau Lina suka, lakuin apa yg Lina mau. “

Dgn penuh keraguan Lina mendekatkan mulutnya ke kepala penisku. Pelan2 dia buka bibirnya dan memasukkan helmku kedlm mulutnya. Hanya sampai sebatas leher kemudian dia sedot perlahan. Dia tetap melakukan itu untuk beberapa saat tanpa perubahan. Tentu saja aku tidak bisa merasakan sensasi yg seharusnya. Rupanya dia benar2 blm pernah melakukan oral ke penis lelaki. Dgn lembut aku pegang tangan kiri Lina. Aku genggam jemarinya yg lentik dan aku tarik mendekat ke mulutku. Aku pegang telunjuknya kemudian aku masukkan ke dlm mulutku. Aku gerakkan masuk keluar dgn lambat sambil sesekali aku jilat dgn lidahku saat jari lentiknya masih dlm mulutku. Lina segera paham bahwa aku sedang memberi “bimbingan” bagaimana seharusnya yg dia lakukan. Tanpa ragu dia mempraktekkan apa yg aku lakukan dgn jarinya.

Batang penisku dimasukkan kedlm mulutnya, kemudian kepalanya di-angguk2kan sehingga senjataku tergesek keluar masuk mulutnya yg sensual itu. Sekalipun masih agak canggung tapi aku mulai bisa merasakan “pelayanan” yg diberikan Lina kepadaku. Semakin lama dia semakin tenang dan tdk kaku lagi. Kadang dia mainkan lidahnya di sekeliling kepala penisku dlm mulutnya. Wow. . dlm sekejap Lina sdh mulai ahli dlm oral sex. Sepertinya Lina sendiri mulai bisa merasakan sensasi dari apa yg dia lakukan dgn mulut dan lidahnya. Dia mulai berani bereksperiman. Kadang dia keluarkan penisku dari mulutnya, menciumi batangnya kemudian memasukkannya kembali. Sesekali dia hanya menghisap kepalanya sambil mengocok batang kemaluanku. Aku mulai merasakan rangsangan dan ikut menikmati permainan mulut Lina. “Gimana Lin rasanya “”Masa Lina merasakan rangsangan yg luar biasa, Penisnya Mas enak. . Lina suka. “

Aku bangkit berdiri di atas kasur sambil bersandar di dinding kepala ranjang. Lina langsung tahu harus bagaimana. Dia duduk bersimpuh di hadapanku dan kembali menghisap penisku. Kepalanya tetap digerakkan maju mundur. Dan sekarang dia menemukan cara baru. dia menjepit batang penisku diantara kedua bibirnya yg terkatup. Kemudian dia meng-angguk2kan kepalanya. Wow a sungguh Lina cepat belajar dlm hal beginian. Batang dan kepala penisku dia gesek degn bibir tebalnya yg terkatup. Aku membantu dia dgn menggerakkan pantatku maju mundur. “Ohhh Lin a. mulutmu enak sekali a terus Lin. “”Mas Ben suka Winda sering ya giniin Mas Ben “”Iya Lin a tapi aku lebih suka kamu a bibirmu seksi sekali. . ooohhh Lin. . Winda jg suka. . isep bolaku dan jilati semuanya Lin. . ohhh. “

Lina rupanya nggak mau kalah, dia segera melepaskan batang penisku dari mulutnya dan mulai menjilati dan menghisap bola kembarku. Tangannya sambil mengocok batang kelakianku. Oh sungguh nikmat. Aku belai rambut Lina dan aku usap kepalanya. Lina suka sekali dan dia masih terus menggerayangi seluruh selangkanganku dgn lidahnya. Rasanya sungguh nikmat. Kemudian kami berganti posisi. Aku kembali tidur telentang dan Lina aku minta merangkak diatasku dgn posisi kepala terbalik. Kami di posisi 69 dan ini adalah salah satu favoritku. Lina sekarang sdh cukup mahir dlm oral sex. Dia segera mengulum batang penisku, aku pun mulai menjilati baginanya. Dgn posisi ini liang kenikmatan Lina sgt terbuka dihadapanku dan aku lebih leluasa menikmati dgn bibir dan lidahku.

Aku jilat dan hisap klitoris Lina yg sdh menantang dan jariku mengorek liang senggamanya. Sesekali aku cuimi bibir vaginanya yang begitu merangsang. Lina pun tak mau kalah, dia melakukan segala cara yg dia tahu terhadap tongkat kejantananku. Dia mainkan pakai lidah, dia kocok sambil dia hisap, dia mainkan kepala penisku mengitari kedua bibirnya. Sungguh nikmat sekali. Tak terlalu lama aku mulai merasakan bahwa Lina sdh tdk bisa menahan lagi, Pantatnya mulai bergoyang limbung kegelian, namun aku menjilati terus klitorisnya sambil jariku me-nusuk2 liang kenikmatannya. Akhirnya Lina sampai jg di puncak nikmatnya. Tubuhnya menegang, gerakan anggukan kepalanya sambil menghisap penisku semakin menggila. Tubuhnya gemetaran tapi dia tetap tak rela melepas penisku dari mulutnya. Aku semakin giat mencium klitorisnya dan mengorek vaginanya dgn jariku. Tubuh Lina tiba2 mematung dan aku rasakan cairan hangat meleleh keluar dari liang senggamanya.

Aku langsung menutup lubang vagina Lina dgn mulutku dan membiarkan cairan kenikmatannya membasahi lidahku. Rasanya asin tapi sama sekali tidak amis sehingga aku tak ragu menelan cairan itu sampai tandas. Kemudian perlahan aku mulai lagi menciumi dan menjilati seluruh permukaan vagina Lina. Otot Lina sdh agak mengendur jg. Dia mulai lagi melakukan segala eksperimen dgn mulut dan lidahnya ke penisku. Kami mulai lagi dari awal. Perlahan namun pasti, Lina mulai mendaki lagi puncak kenikmatan birahinya. Aku tangkupkan kedua tanganku ke bukit pantat Lina dan mulai membelai dan meremas lembut. Lina menanggapinya dgn sedotan panjang di penisku. Lidahku kembali menelusuri segala penjuru selangkangan Lina. Beberapa saat kemudian aku mulai merasakan tubuh Lina kembali gemetaran. Aku cium bibir bawahnya dan aku sorongkan lidahku sedlm munggkin ke dlm guanya yg merangsang.

Aku jg mulai merasa kalau pertahananku mulai goyah dan bendunganku akan segera ambrol. Lina mempercepat gerakan kepalanya dan akupun menghisap makin kuat vaginanya. Aku sdh tak kuat menahan amarah spermaku dan “Croooottsss crooots croots. “Lahar hangatku menyembur didlm mulut Lina. Untuk sedetik Lina agak kaget tapi dia cepat tanggap. Dia segera mempercepat gerakan kepalanya sambil menelan seluruh air maniku. “Croots. . croots. “Sisa maniku kembali menyembur, dan kali ini Lina menyambutnya dgn hisapan kuat di penisku, seakan ingin menyedot apa yg masih tersisa didlm sana. Aku merasakan nikmat yg luar biasa. Ekspresi kenikmatan ini aku lampiaskan dgn semakin gila menjilati dan menyedot vagina Lina. Rupanya Lina jg sdh hampir mancapai klimaksnya. Belaian lidahku di mulut vaginanya membuat puncak itu semakin cepat tercapai. Akhirnya sekali lagi tubuh Lina menegang dan cairan hangat kembali meleleh dari kawahnya. Lidahku kembali menerima siraman lendir kenikmatan itu yg segera aku telan.

Beberapa saat kemudian, dgn enggan Lina bangkit dan berbaring telentang disampingku. Penisku, walaupun masih berdiri, tapi sdh tidak setegak tadi. Lina memelukku dgn manja dan kami berciuman dgn mesra. “Lin a gimana . . puas a sorry tadi aku nggak tahan keluar di mulut kamu. “”Lina puas sekali Mas. . sampai dua kali gitu lho a. Lina suka sperma Mas Ben a asin2 gimana gitu. Kapan2 boleh minta lagi dong Mas, ” Lina mulai keluar kenesnya. “Boleh aja Lin, ,, asal disisain buat Winda. . hehehe, “Lina mencubit genit lenganku. “Ihhh a Mas Ben a paling bisa deh a emang Mas sering gaya gituan dgn Winda “Aku tahu Winda jg sering bercerita soal kegiatan sex kami ke Lina jadi aku yakin Lina sdh tahu jg. “Enggak lah a ini baru pertama dgn kamu Lin. “”Ah Mas bohong. . Winda kan sering cerita ke Lina, katanya Mas Ben pinter ngeseks. Makanya diam2 Lina pengin main ama Mas. “”Udah kesampian kan keinginanmu Lin. “”Iya sih a tapi Mas jangan marah ya a Lina sering bayangin kita main bertiga dgn Winda. . Mas mau nggak “Kaget jg kau mendengar keinginan Lina ini. Jujur saja aku jg sering berfantasi membayangkan alangkah nikmatnya bercinta dgn Winda dan Lina sekaligus. Tapi tentu saja aku tak pernah berani ngomong dgn Winda. Bisa pecah Perang Dunia III, lagi pula itu kan hanya fantasi liar saja. “Mau sih Lin. . tapi kan nggak mungkin a Winda pasti marah besar. “”Iya ya a Winda kan orangnya agak alim. “

Kami terus berbincang hal2 demikian sampai kira2 10 menit. Kemudian dgn malas kami ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Di kamar mandi kami saling menyabuni dan saling membersihkan tubuh kami. Aku jadi semakin mengagumi tubuh Lina. Tak ada segumpal lemakpun di tubuhnya dan semuanya padat berisi. Setelah mengeringkan diri kami kembali ke atas ranjang dan berpelukan mesra. Sambil saling berciuman aku mulai menggerayangi tubuh molek Lina, Tak bosan2nya aku meremas dan mengusap buah dadanya yg sgt segar itu. Perlahan aku mulai menghujani leher dan pundak Lina dgn ciumanku. Tak sampai disitu saja, mulutku mulai aku arahkan ke dada Lina. Buah dadanya yg tegak mulai aku cium dan aku gigit2 lembut. Lina sgt menyukai apa yg aku lakukan. “Ahhhh a iya Mas a. disitu Mas a ahhhhh Lina terangsang Mas. “Lidahku menjilati puting susunya yg mungil dan keras itu. Lina semakin menggelinjang. Tangannya menyusup ke bawah ke selangkanganku. Dipegangnya batang kemaluanku yg masih agak lemas. Dia permainkan penisku dgn jari2nya yg lentik. Mau tak mau burungku mulai hidup kembali. Lina dgn lembut mengocok tongkat kelakianku.

Sambil masih mengulum putingnya, tangan kananku kembali bergerilya di daerah kemaluan Lina. Jariku aku rapatkan dan aku tekan bukit kemaluan Lina sembari aku gerakkan memutar. Dia jg menimpali dgn menggoyangkan pantatnya dgn gerakan memutar yg seirama. “Mas a. aaahhhh Mas a. enak Mas a ahhh terus a iya. “Sambil mendesah dia menarik pantatku mendekat ke kepalanya. Akhirnya aku terpaksa melepaskan hisapanku di putingnya dan duduk berlutut di sisinya. Lina terus menekan pantatku sampai akhirnya mulutnya mencapai batang kemaluanku yg sdh tegak menantang. Tangan kiriku aku tampatkan dibelakang kepalanya untuk menyangga kepalanya yg agak terangkat. Penisku kembali dia kulum dan jilati. “Oooh Lin a enak Lin a aku suka Lin a”Aku pun menggerakkan pantatku maju mundur. Lina membuka lebar mulutnya dan menjulurkan lidahnya sehingga batang penisku meluncur masuk keluar mulutnya ter-gesek2 lidahnya. Sungguh luar biasa apa yang aku rasakan saat itu.

Sementara itu tangan kananku terus menekan dan memutar bukit vagina Lina. Kadang jariku aku selipkan ke celah sempit diantara kedua bukit itu dan mengusap klitoris Lina. “Ahhh Mas a Lina nggak tahan Mas a ahhhhh. . iya a. aaahhhh. “Aku segera merubah posisi. Kedua tangan Lina aku letakkan di belakang lututnya dan membuka kedua lututnya. Aku angkat pahanya sehingga liang vaginanya menganga menghadap ke atas. Lina menahan dgn kedua tangan di belakang lututnya. Aku duduk bersimpuh di hadapan lubang kemaluan Lina. Penisku aku arahkan ke lubang yg sdh menganga itu. Aku tusukan kepala penisku ke mulut lubang dan aku tahan disana. kemudian dgn tangan kananku aku gerakkan penisku memutari mulut liang senggama Lina. “Maassss. . ahhhhh a nggak tahan a ayo a ahhhhhh. “Aku sengaja tdk mau terlalu cepat menusukkan batang kejantananku ke gua kenikmatan Lina. Aku gesek2an kepala penisku ke klitoris Lina. Dia semakin menggelinjang menahan nikmat. Akhirnya tanggul Lina bobol jg. Tak heran, dgn gosokan jari saja dia tadi bisa mencapai orgasme apalagi ini dgn kepala penisku, tentu rangsangannya lebih dahsyat. “Aaaaaaahhhhhhhhhhhhhh

Rintihan itu sekaligus menandai melelehnya cairan bening dari liang vaginanya. Lina kembali mengalami puncak orgasme hanya dgn gosokan di klitorisnya. Kali ini aku masukkan batang penisku seluruhnya kedlm gua kenikmatannya. Aku berbaring telungkup diatas tubuh molek Lina sambil menumpkan berat badanku di kedua sikuku. Aku cium lembut mulutnya yg masih terbuka sedikit. Lina membalas ciumanku dan mengulum bibirku. Aku biarkan senjataku terbenam dlm lendir kehangatannya. Di telinganya aku bisikan:”Lin a nikmat ya a””Oh Mas a Lina sampai nggak tahan a nikmat Mas..”Perlahan dgn gerakan yg sgt lembut aku mulai memompa batang penisku ke dlm lubang senggama Lina yg sdh basah kuyup. Aku tahu Lina pasti bisa orgasme lagi dan kali ini aku ingin merasakan semburan lumpur panas di batang kemaluanku. “Ayo Lin a. nikmati lagi a jangan ditahan. . aku akan pelan2. “”Ahhhh. . iya Mas a. Lina pengin lagi. . ahhhhh. “

Masih dgn sgt pelan aku pompa terus tongkat kelakianku ke liang vagina Lina yg ternyata masih sempit untuk ukuran wanita yang sdh menikah 2 thn. Buah dada Lina yg menyembul tegak meng-gesek2 dadaku ketika aku turun naik. Sungguh sensasi yang luar biasa. Sengaja aku gesekkan dadaku ke payudaranya. “Aaaahhhhh a ahhhhhhh a iya a ahhhhh. . Lina terangsang lagi Mas a iya a. . “Kali ini aku pompa sedikit lebih kuat dan cepat. Lina menanggapinya dgn memutar pantatnya sehingga penisku rasanya seperti di peras2 dlm liang vaginanya. Gerakkan Lina semakin liar, Tangannya sdh tidak lagi menahan lutut tapi memegang pantatku dan menekannya dgn keras ke tubuhnya.
“Aaaaahhhhhh a. Mas a.. aaaahhhhhhh”Aku semakin kencang dan dlm memompa pantatku. Mata Lina sdh terpejam rapat, kepalanya meng-geleng2 liar ke kiri ke kanan seperti yang dia lakukan di sofa tadi. Gerakannya semakin ganas dan Aaaaaaaahhhhhhhh

Dia melenguh panjang sambil menegangkan seluruh otot di tubuhnya. Aku menekan dlm2 penisku ke lubang senggamanya. Jelas aku rasakan aliran hangat di sekujur batang kemaluanku. Tubuh Lina maish terbujur kaku. Aku pun menghentikan seluruh gerakanku sambil terus menekan liang vaginanya dgn penisku. Beberapa saat sepertinya waktu terhenti. Tidak ada suara, tidak ada gerakan dari kami berdua. Aku memberi kesempatan kepada Lina untuk menikmati klimaks yg barusan dia dapat. Akhirnya badan Lina mulai mengendur. Tangannya membelai lembut kapalaku. Bibirnya mencari bibirku untuk dihadiahi ciuman yang sgt lembut dan panjang. “Mas a. Lina sungguh nikmat a. Mas Ben jago deh a Mas blm keluar ya “”Jangan pikirkan aku Lin a. yang penting Lina bisa menikmati kepuasan. “Kemudian dgn lambat aku mulai memompa lagi. Liang senggama Lina terasa sgt licin dan agak sedikit longgar. Selama beberapa saat aku terus memompa lambat2. “Aaaahhhhhh a iya. . iya a. Mas a. Lina mau lagi. . iya a ahhhh”

Lina kembali memutar pantatnya mengiringi irama pompaanku. Dia mulai men-desah2 penuh kenikmatan. Aku cabut batang kemaluanku dari vagina Lina. Aku lalu berbaring telentang di sebelahnya. “Kamu diatas Lin. “Lina segera berjongkok diatas selangkanganku, Aku arahkan kepala penisku ke lubangnya. Lina kemudian duduk diatas tubuhku dan bertumpu pada kedua lututnya. Pantatnya mulai bergerak maju mundur. “Ayo Lin a kamu sekarang yg atur. . ohhh iya nikmat Lin. “Lina semakin bersemangat memajumundurkan pantatnya. Kedua payudaranya berguncang indah dihadapanku. Secara reflek kedua tanganku meremas bukit daging yg mulus itu. Tangan Lina dia letakkan dibelakang pantatnya sehingga tubuhnya agak meliuk kebelakang membuat dadanya semakin membusung. “Ohhh Lin a susumu sexy sekali a terus Lin a ohhhh a lebih keras Lin. “”Aaaaahhhh Mas a Lina sdh mau sampai lagi a ahhhhh ahhhhhh Mas””Ayo Lin a. terus Lin a cepat a. ohhhhh iya. . iya Lin a memekmu enak sekali. “”Mas. . ahhhh a Lina nggak tahan a puasi Lina lagi mas. . ahhhh. “

Gerakan pantat Lina semakin cepat dan semakin cepat. Aku merasa penisku ter-gesek2 dinding vagina Lina yg sempit dan licin itu. Dgn sekuat tenaga aku mencoba menahan agar aku tidak ejakulasi. Pertahananku semakin rapuh. “Lin a oooohhhh Lin a. aku nggak tahan a ohhh Lin a. enak a enak. “”Ahhhh a ayo. . Mas a.. Lina jg udah nggak tahan a sekarang mas. . ahhh sekarang. “Tepat pada detik itu bendunganku ambrol tak mampu menahan terjangan spermaku yg menyemprot kuat. “Oooooooohhhhhhh Lin a.. crooots crooots croots””Aaaaahhhhhhhhhhhhhhhhhhh Mas a. ahhhhhhhhhhh..”Kami mencapai puncak kenikmatan ber-sama2. Penisku terasa hangat dan aku yakin Lina jg merasakan hal yg sama di dlm vaginanya. Lina masih duduk diatasku tapi sdh kaku tak bergerak. Vaginanya dihujamkan dlm melahap seluruh batang kemaluanku. “Oooohhh Lin a. nikmat sekali. . makasih Lin. . kamu pinter membuat aku puas. “Akugapai tubuh Lina dan aku tarik menelungkup diatas tubuhku. Buah dadanya yg masih keras menghimpit dadaku. Aku ciumin seluruh wajahnya yang mulai ditetesi keringat. “Mas a ahhhhh a Lina sungguh puas Mas a “Kemudian kami berbaring sambil berpelukan. Badan kami mulai terasa penat tapi bathin kami sgt puas. Hari sdh beranjak malam. Diselingi makan malam berdua, kami memadu kasih beberapa kali lagi. Atau lebih tepatnya Lina mengalami orgasme beberapa kali lagi sedangkan aku hanya sekali lagi ejakulasi, Segala gaya kami coba, bahkan aku sempat “membimbing” Lina untuk memuaskan dirinya sendiri dgn jari2nya yg lentik itu. Aku betul2 puas dan senang bisa membuat wanita secantik Lina bisa mencapai sekian kali orgasme. Tak terasa jarum jam terus bergeser dan jam setengah sebelas malam aku meninggalkan rumah Lina. Sebetulnya Lina meminta aku bisa bermalam menemani dia, tatapi aku ingat keesokan harinya aku masih harus menyetir lebih dari 4 jam ke kota M menyusul istri dan anakku tercinta. Maaf Winda, aku telah mereguk madu kepuasan bersama sahabatmu, Alina.

TAMAT




alice ozawa bugil 16 foto bugil tsubasa amami 13 sma hot 10 pns pamer memek 9 cerita toket sintal 7 foto jilbab bugil 7 foto momoka nishina 6 alice ozawa 5 foto sex tante girang 5 model telanjang indonesia blogspot 5
 More Link Friend
 -------------------------------------------
http://cerpen-sex.blogspot.com/ 
http://wabers.blogspot.com/
http://xhamster-id.blogspot.com/
http://kocoxs.blogspot.com/
http://17seven-teen.blogspot.com/
http://kabar-malam.blogspot.com/
http://sex-ten.blogspot.com/
http://nungging-bgt.blogspot.com/
http://blogs-18.blogspot.com/
http://fotonakalku.blogspot.com/
http://nonokabg.blogspot.com/
--------------------------------------------

Sunday, 23 August 2015

Cerita Sex dengan Teman Suamiku


Teman Suamiku



Sebut saja nama ku Tyas, wanita umur 30 thn dan orang-orang bilang bentuk tubuhku amatlah proposional, tinggi 170 cm berat 55kg dan ukuran buah dada 34B, ditunjang wajah cantik (itu juga orang-orang yang bilang) dan kulit putih cerah. Sebelumnya aku memang sering bekerja menjadi SPG pada pameran mobil dan banyak orang mengelilingi mobil yang aku pamerkan bukan utk melihat mobil tetapi untuk melihatku.
Menikah dengan Roni, 30 thn, seorang pekerja sukses. Kami memang sepakat utk tidak punya anak terlebih dahulu dan kehidupan seks kami baik-baik saja, Roni dapat memenuhi kebutuhan seks ku yang boleh dibilang agak hyper..sehari bisa minta 2 sesi pagi sebelum Roni berangkat kerja dan malam sebelum tidur.
Dan cerita ini berawal dari kesuksesan Roni bekerja di kantornya dan mendapat kepercayaan dari sang atasan yang sangat baik. Kepercayaan ini membuat dia sering harus bekerja overtime, pada awalnya aku bisa menerima semua itu tetapi kelamaan kebutuhan ini harus dipenuhi juga dan itulah yang membuat kami sering bertengkar karena kadang Roni harus berangkat lebih pagi dan lewat tengah malam baru pulang.
Dan mulailah cerita ini ketika Roni mendapat tanggung jawab untuk menangani suatu proyek dan dia dibantu oleh rekan kerjanya Bram dari luar kota. Pertama diperkenalkan Bram langsung seperti terkesima dan sering menatapku, hal itu membuatku risih. Bram cukup tampan gagah dan kekar.
Karena tuntutan pekerjaan dan efisiensi, kantor Roni memutuskan agar Bram tinggal di rumah kami utk sementara. Dan memang mereka berdua sering bekerja hingga larut malam di rumah kami. Bram tidur di kamar persis di seberang kamar kami.
Sering di malam hari aku berpamitan tidur matanya yang nakal suka mencuri pandang diantara sela-sela baju tidur yang aku kenakan. Aku memang senang tidur bertelanjang agar jika Roni datang bisa langsung bercinta.
Pernah suatu saat ketika pagi hari kami aku dan Roni bercinta di dapur waktu masih pagi sekali dengan posisiku duduk di meja dan Roni dari depan, tiba-tiba Bram muncul dan melihat kami, dia menempelkan telunjuk dimulutnya agar aku tidak menghentikan kegiatan kami, karena kami sedang dalam puncaknya dan Roni yang membelakangi Bram dan aku juga tidak tega menghentikan Roni, akhirnya ku biarkan Bram melihat kami bercinta tanpa Roni sadari hingga kami berdua orgasme. Dan aku tahu Bram melihat tubuh telanjangku ketika Roni melepaskan penisnya dan terjongkok di bawah meja.
Setelah kejadian itu Bram lebih sering memperhatikan tiap lekuk tubuhku.
Sampai suatu waktu ketika pekerjaan Roni benar2 sibuk sehingga hampir seminggu tidak menyentuhku. Di hari Jum’at kantor tempat Roni bekerja mengadakan pesta dinner bersama di rumah atasan Roni . Rumahnya terdiri dari dua lantai yang sangat mewah di lantai 2 ada semacam galeri barang2 antik. Kami datang bertiga dan malam itu aku mengenakan pakaian yang sangat seksi, gaun malam warna merah yang terbuka di bagian belakang dan hanya dikaitkan di belakang leher oleh kaitan kecil sehingga tidak memungkinkan memakai BH, bagian bawahpun terdapat sobekan panjang hingga sejengkal di atas lutut, malam itu saya merasa sangat seksi dan Bram pun sempat terpana melihatku keluar dari kamar. Sebelum berangkat aku dan Roni sempat bercinta di kamar dan tanpa sepengetahuan kami ternya Bram mengintip lewat pintu yang memang kami ceroboh tidak tertutup sehingga menyisakan celah yang cukup untu melihat kami dari pantulan cermin, sayangnya karena letih atau terburu-buru mau pergi Roni orgasme terlebih dahulu dan aku dibiarkannya tertahan. Dan Bram mengetahui hal itu.
Malam itu ketika acara sangat ramai tiba-tiba Roni dipanggil oleh atasannya untuk diperkenalkan oleh customer. Roni berkata padaku untuk menunggu sebentar, sambil menunggu aku ke lantai 2 untuk melihat barang2 antik, di lantai 2 ternyata keadaan cukup sepi hanya 2-3 orang yang melihat-lihat di ruangan yang besar itu. Aku sangat tertarik oleh sebuah cermin besar di pojokan ruangan, tanpa takut aku melihat ke sana dan mengaguminya juga sekaligus mengagumi keseksian tubuhku di depan cermin, tanpa ku sadari di sampingku sudah berada Bram .
“Udah nanti kacanya pecah lho..cakep deh..!”, canda Bram
“Ah bisa aja kamu Bram”,balasku tersipu.
Setelah berbincang2 di depan cermin cukup lama Bram meminta tolong dipegangkan gelasnya sehingga kedua tanganku memegang gelasnya dan gelasku.
“Aku bisa membuat kamu tampak lebih seksi”,katanya sambil langsung memegang rambutku yang tergerai dengan sangat lembut. Tanpa bisa mengelak dia telah menggulung rambutku sehingga menampak leherku yang jenjang dan mulus dan terus terang aku seperti terpesona oleh keadaan diriku yang seperti itu. dan memang benar aku terlihat lebih seksi. Dan saat terpesona itu tiba-tiba tangan Bram meraba leherku dan membuatku geli dan detik berikutnya Bram telah menempelkan bibirnya di leher belakangku, daerah yang paling sensitif buatku sehingga aku lemas dan masih dengan memegang gelas Bram yang telah menyudutkanku di dinding dan menciumi leherku dari depan. “Bram apa yang kamu lakukan..lepaskan aku Bram..lepas..!”,rontaku tapi Bram tahu aku tidak akan berteriak di suasana ini karena akan mempermalukan semua orang.
Bram terus menyerangku dengan kedua tanganku memegang gelas dia bebas meraba buah dadaku dari luar dan terus menciumi leherku, sambil meronta-ronta aku merasakan gairahku meningkat, apalagi saat tiba-tiba tangan Bram mulai meraba belahan bawah gaunku hingga ke selangkanganku. “Bram..hentikan Bram aku mohon..tolong Bram..jangan lakukan itu..”,rintihku, tapi Bram terus menyerang dan jari tengah tangannya sampai di bibir vaginaku yang ternyata telah basah karena serangan itu. Dia menyadari kalau aku hanya mengenakan G-string hitam dengan kaitan di pinggirnya, lalu dengan sekali sentakan dia menariknya dan terlepaslah G-stringku. Aku terpekik pelan apalagi merasakan ada benda keras mengganjal pahaku. Ketika Bram sudah semakin liar dan akupun tidak dapat melepaskan, tiba-tiba terdengar suara Roni memanggil dari pinggir tangga yang membuat pegangan himpitan Bram terlepas, lalu aku langsung lari sambil merapikan pakaian ku menuju Roni yang tidak melihat kami dan meninggalkan Bram dengan G-string hitamku. Aku sungguh terkejut dengan kejadian itu tapi tanpa disadari aku merasakan gairah yang cukup tinggi merasakan tantangan melakukan di tempat umum walau dalam kategori diperkosa.
Ternyata pesta malam itu berlangsung hingga larut malam dan Roni mengatakan dia harus melakukan meeting dengan customer dan atasannya dan dia memutuskan aku untuk pulang bersama Bram. Tanpa bisa menolak akhirnya malam itu aku diantar Bram, diperjalanan dia hanya mengakatakan “Maaf Tyas..kamu sungguh cantik malam ini.” Sepanjang jalan kami tidak berbicara apaun. Hingga sampai dirumah aku langsung masuk ke dalam kamar dan menelungkupkan diri di kasur, aku merasakan hal yang aneh antara malu aku baru saja mengalami perkosaan kecil dan perasaan malu mengakui bahwa aku terangsang hebat oleh serangan itu dan masih menyisakan gairah. Tanpa sadar ternyata Bram telah mengunci semua pintu dan masuk ke dalam kamarku, aku terkejut ketika mendengar suaranya’, “Tyas aku ingin mengembalikan ini”‘ katanya sambil menyerahkan G-stringku berdiri dengan celana pendek saja, dengan berdiri aku ambil G-stringku dengan cepat, tapi saat itu juga Bram telah menyergapku lagi dan langsung menciumiku sambil langsung menarik kaitan gaun malamku, maka bugilah aku diahadapannya. Tanpa menunggu banyak waktu aku langsung dijatuhkan di tempat tidur dan dia langsung menindihku. Aku meronta-ronta sambil menendang-nendang?”Bram..lepaskan aku Bram..ingat kau teman suamiku Bram..jangan..ahh..aku mohon”, erangku ditengah rasa bingung antara nafsu dan malu, tapi Bram terus menekan hingga aku berteriak saat penisnya menyeruak masuk ke dalam vaginaku, ternyata dia sudah siap dengan hanya memakai celana pendek saja tanpa celana dalam.
“Ahhhh?Braam..kau..:’ Lalu mulailah dia memompaku dan lepaslah perlawananku, akhirnya aku hanya menutup mata dan menangis pelan..clok..clok..clok..aku mendengar suara penisnya yang besar keluar masuk di dalam vaginaku yang sudah sangat basah hingga memudahkan penisnya bergerak. Lama sekali dia memompaku dan aku hanya terbaring mendengar desah nafasnya di telingaku, tak berdaya walau dalam hati menikmatinya. Sampai kurang lebih satu jam aku akhirnya melenguh panjang “Ahhh?..” ternyata aku orgasme terlebih dahulu, sungguh aku sangat malu mengalami perkosaan yang aku nikmati. Sepuluh menit kemudian Bram mempercepat pompaannya lalu terdengar suara Bram di telingaku “Ahhh..hmmfff?” aku merasakan vaginaku penuh dengan cairan kental dan hangat sekitar tiga puluh deti kemudian Bram terkulai di atasku.
“Maaf Tyas aku tak kuasa menahan nafsuku..”bisiknya pelan lalu berdiri dan meninggalkanku terbaring dan menerawang. hinga tertidur Aku tak tahu jam berapa Roni pulang hingga pagi harinya.

Esok paginya di hari sabtu seperti biasa aku berenang di kolam renang belakang,, Roni dan Bram berpamitan untuk nerangkat ke kantor. Karena tak ada seorang pun aku memberanikan diri untuk berenang tanpa pakaian. Saat asiknya berenang tanpa disadari, Bram ternyata beralasan tidak enak badan dan kembali pulang, karena Roni sangat mempercayainya maka dia izinkan Bram pulang sendiri. Bram masuk dengan kunci milik Roni dan melihat aku sedang berenang tanpa pakaian. Lalu dia bergerak ke kolam renag dan melepaskan seluruh pakaiannya, saat itulah aku sadari kedatangannya, “Bram..kenapa kau ada di sini?” tanyaku, “Tenang Tyas suaimu ada di kantor sedang sibuk dengan pekerjaannya”, aku melihat tubuhnya yang kekar dan penisnya yang besar mengangguk angguk saat dia berjalan telanjang masuk ke dalam kolam “Pantas sajaku semalam vaginaku terasa penuh sekali”‘pikirku. Aku buru-buru berenang menjauh tetai tidak berani keluar dr dalam kolam karena tidak mengenakan pakaian apapun juga. Saat aku bersandar di pingiran sisi lain kolam, aku tidak melihat ada tanda2 Bram di dalam kolam. Aku mencari ke sekeliling kolam dan tiba-tiba aku merasakan vaginaku hangat sekali, ternyata Bram ada di bawah air dan sedang menjilati vaginaku sambil memegang kedua kakiku tanpa bisa meronta.
Akhirnya aku hanya bisa merasakan lidahnya merayapai seluruh sisi vaginaku dan memasuki liang senggamaku..aku hanya menggigit bibir menahan gairah yang masih bergelora dari semalam. Cukup lama dia mengerjai vaginaku, nafasnya kuat sekali pikirku. Detik berikutnya yang aku tahu dia telah berada di depanku dan penisnya yang besar telah meneyruak menggantian lidahnya? “Arrgghh..” erangku menahan nikmat yang sudah seminggu ini tidak tersentuh oleh Roni. Akhirnya aku membiarkan dia memperkosaku kembali dengan berdiri di dalam kolam renang. Sekarang aku hanya memeluknya saja dan membiarkan dia menjilati buah dadaku sambil terus memasukan penisnya keluar masuk. Bahkan saat dia tarik aku ke luar kolam aku hanya menurutinya saja, gila aku mulai menikamti perkosaan ini, pikirku, tapi ternyata gairahku telah menutupi kenyataan bahwa aku sedang diperkosa oleh teman suamiku. Dan di pinggir kolam dia membaringkanku lalu mulai menyetubuhi kembai tubuh mulusku..”Kau sangat cantik dan seksi Tyas..ahh” bisiknya ditelingaku.
Aku hanya memejamkan mata berpura-pura tidak menikmatinya, padahal kalau aku jujur aku sangat ingin memeluk dan menggoyangkan pantatku mengimbangi goyangan liarnya. Hanya suara eranggannya dan suara penisnya maju mundur di dalam vaginaku, clok..clok..clep..dia tahu bahwa aku sudah berada dalam kekuasaannya. Beberapa saat kemudian kembali aku yang mengalami orgasme diawali eranganku “Ahhh..” aku menggigit keras bibirku sambil memegang keras pinggiran kolam, “Nikmati sayang?”demikian bisiknya menyadari aku mengalami orgasme. Sebentar kemudian Bram lah yang berteriak panjang, “Kau hebat Tyas..aku cinta kau..AAHHH..HHH” dan aku merasakan semburan kuat di dalam vaginaku. Gila hebat sekali dia bisa membuatku menikmatinya pikirku. Setelah dia mencabut penisnya yang masih terasa besar dan keras, aku reflek menamparnya dan memalingkan wajahku darinya. Aku tak tahu apakah tamparan itu berarti kekesalanku padanya atau karena dia mencabut penisnya dari vaginaku yang masih lapar.
Setelah Roni pulang herannya aku tidak menceritakan kejadian malam lalu dan pagi tadi, aku berharap Roni dapat memberikan kepuasan padaku. Dengan hanya menggenakan kimono dengan tali depan aku dekati Roni yang masih asik di depan komputernya di dalam kamar, lalu aku buka tali kimonoku dan kugesekan buah dadaku yang besar itu ke kepalanya dari belakang, berharap da berbalik dan menyerangku. Ternyta yang kudapatkan adalah bentakannya “Tyas..apakah kamu tak bisa melihat kalau aku sedang sibuk? Jangan kau ganggu aku dulu..ini untuk masa depan kita” teriaknya keras. Aku yakin Bram juga mendengar teriakannya. Aku terkejut dan menangis, lalu aku keluar kamar dengan membanting pintu, lalu aku pergi ke pinggir kolam dan duduk di sana merenung dan menahan nafsu. Dari kolam aku bisa melihat bayangan di Roni di depan komputer dan lampu di kamar Bram. Tampak samar-samar Bram keluar dari kamar mandi tanpa sehelai benangpun menutupi tubuhnya. Karena di luar gelap tak mungkin dia melihatku.
Tanpa sadar aku mendekat ke jendelanya dan memperhatikan Bram mengeringkan tubuh. Gila kekar sekali tubuhnya dan yang menarik perhatianku adalah penisnya yang besar dan tegang mengangguk-angguk bergoyang sekanan memanggilku. Aku malu sekali mengagumi dan mengaharapkan kembali penis itu masuk ke dalam vaginaku yang memang masih haus. Perlahan aku membelai-belai vaginaku hingga terasa basah, akhirnya aku memutuskan untuk memintanya pada Bram, dengan hati yang berdebar kencang dan nafsu yang sudah menutupi kesadaran, aku nekat masuk ke dalam kamar Bram dan langsung mengunci pintu dari dalam. Bram sangat terkejut “Tyas..apa yang kamu lakukan?”, aku hanya menempelkan telunjuk di bibirku dan memberi isyarat agar tidak bersuara karena Roni ada di kamar seberang. Langsung aku membuka pakaian tidurku dan terpampanglah tubuh putih mulusku tanpa sehelai benagpun di hadapannya, Bram hanya terperangah dan menatap kagum pada tubuhku. Bram tersenyum sambil memperlihatkan penisnya yang semakin membesar dan tampak berotot. Dengan segera aku langsung berlutut di hadapannya dan mengulum penisnya, Bram yang masih terkejut dengan kejadian ini hanya mendesah perlahan merasakan penisnya aku kulum dan hisap dengan nafsuku yang sudah memuncak.
Sambil mulutku tetap di dalam penisnya aku perlahan naik ke atas tempat tidur dan menempatkan vaginaku di mulut Bram yang sudah terbaring, dia mengerti maksudku dan langsung saja lidahnya melahap vaginaku yang sudah sangat basah, cukup lama kami dalam posisi itu, terinat akan Roni yang bisa saja tiba-tiba datang aku langsung mengambil inisiatif untuk merubah posisi dan perlahan duduk di atas penisnya yang sudah mengacung tegang dan besar panjang. Perlahan aku arahkan dan masukan ke dalam lubang vaginaku, rasanya berbeda dengan saat aku diperkosanya, perlahan tapi pasti aku merasaskan suatu sensasi yang amat besar sampai akhirnya keseluruhan batang penis Bram masuk ke dalam vaginaku “Ahh..sssfff..Braaam!” erangku perlahan menahan suara gairahku agar tidak terdengar, aku merasakan seluruh penisnya memenuhi vaginaku dan menyentuh rahimku. Sungguh suatu sensasi yang tak terbayangkan, dan sensasi itu semakin bertambah saat aku mulai menggoyangkan pantatku naik turun sementara tangan Bram dengan puasnya terus memainkan kedua buah dadaku memuntir-muntir putingku hingga berwarna kemerahan dan keras “ahh..ahh..” demikian erangan kami perlahan mengiringi suara penisnya yan keluar masuk vaginaku clok..clok..clok? Tak tahan dengan nafsunya mendadak Bram duduk dan mengulum buah dadaku dengan rakusnya bergantian kiri kanan bergerak ke leher dan terus lagi. Aku sungguh tak dapat menahan gairah yang selama ini terpendam.
Mungkin karena nafsu yang sudah sangat tertahan atau takut Roni mendengar tak kuasa aku melepaskan puncak gairahku yang pertama sambil mendekap erat Bram dan menggigit pundaknya agar tidak bersuara, kudekap erta Bram seakan tak dapat dilepaskan mengiringi puncak orgasmeku. Bram merasakan penisnya disiram cairan hangat dan tahu bahwa aku mengalami orgasme dan membiarkanku mendekapnya sangat erat sambil memelukku dengan belaian hangatnya. Selesai aku orgasme sekiat 30 detik, Bram membalikan aku dengan penisnya masih tertancap di dalam vaginaku. Bram mulai mencumbuku dengan menjilati leher dan putingku perlahan, entah mengapa aku kembali bernafsu dan membalas ciumannya denga mesra, lidah kami saling berpagutan dan Bram merasakan penisnya kembali dapat keluar masuk dengan mudah karena vaginaku sudah kembali basah dan siap menerima serangan berikutnya. Dan Bram langsung memompa penisnya dengan semangat dan cepat membuat tubuhku bergoyang dan buah dadaku bergerak naik turun dan sungguh suara yang timbul antara erangan kami berdua yang tertahan derit tempat tidur dan suara penisnya keluar masuk di vaginaku kembali membakar gairahku dan aku bergerak menaik turunkan pantatku untuk mengimbangi Bram.
Dan benar saja 10 menit kemudian aku sampai pada puncak orgasme yang kedua, dengan meletakan kedua kakiku dan menekan keras pantatnya hingga penisnya menyentuh rahimku. Kupeluk Bram dengan erat yang membiarkan aku menikmati deburan ombak kenikmatan yang menyerangku berkali-kali bersamaan keluarnya cairanku. Kugigit bibirku agar tidak mengeluarkan suara, cukup lama aku dalam keadaan ini dan anehnya setelah selesai aku berada dalam puncak ternyata aku sudah kembali mengimbangi gerakan Bram dengan menaik turunkan pantatku. Saat itulah kudengar pintu kamarku terbuka dan detik berikutnya pintu kamar Bram diketuk Roni, “Bram..kau sudah tidur?”, demikian ketuk Roni. Langsung saja Bram melepaskan pelukannya dan menyuruhku bersembunyi di kamar mandi. Sempat menyambar pakaian tidurku yang tergeletak di lantai aku langsung lari ke kamar mandi dan mengunci dari luar. Sungguh hatiku berdebar dengan kerasnya membayangkan apa jadinya jika aku ketahuan suamiku.
Bram dengan santai dan masih bertelanjang membuka pintu dan mengajak Roni masuk, Roni sempat terkejut melihat Bram telanjang,”Sedang apa kamu Bram” tanpa curiga dengan tempat tidur yang berantakan yang kalau diperhatikan dari dekat ada cairan kenikmatanku. Bram hanya tersenyum dan mengatakan,”Mau tau aja..” Dasar Roni dia langsung membicarakan suatu hal pekerjaan dan mereka terlibat pembicaraan itu. Kurang lebih sepuluh menit mereka berbicara dan sepuluh menit juga hatiku sungguh berdebar-debar tapi anehnya dengan keadaan ini nafsuku sungguh semakin menjadi-jadi. Setelah Roni keluar, Bram kembali mengunci pintu kamar dan mengetuk kamar mandi perlahan,”Tyas buka pintunya..sudah aman”. Begitu aku buka pintunya Bram langsung menarik aku dan mendudukanku di meja dekat kamar mandi, langsung saja dibukanya kedua kakiku dan bless penisnya kembali memenuhi vaginaku “Ahhh..ahh..” erangan kami berdua kembali terdengar perlahan sambil terus menggoyangkan pantatnya maju mundur Bram melahap buah dadaku dan putingku.
Sepuluh menit berlalu dan goyang Bram semakin cepat sehingga aku tahu dia akan mencapai puncaknya, dan akupun merasakan hal yang sama “Braaam lebih cepat sayang aku sudah hampir keluar..” desahku “Tahan sayang kita bersamaan keluarnya”, dan benar saja saat kurasakan maninya menyembur deras dalam vaginaku aku mengalami orgasme yang ketiga dan lebih hebat dari yang pertama dan kedua, kami saling berpelukan erat dan menikmati puncak gairah itu bersamaan. “Braaammm..,” desahku tertahan. “Ahhh Tyas..kau hebat..” demikian katanya. Akhirnya kami saling berpelukan lemas berdua, sungguh suatu pertempuran yang sangat melelahkan. Saat kulirik jam ternyata sudah dua jam kami bergumul. “Terima kasih Bram..kau hebat..” kataku dengan kecupan mesra dan langsung memakai pakaian tidurku kembali dan kembali ke kamarku. Roni tidak curiga sama sekali dan tetap berkutat dengan komputernya dan tidak menghiraukanku yang langsung berbaring tanpa melepas pakaianku seperti biasanya karena aku tahu ada bekas ciuman Bram di sekujur buah dadaku. Malam itu aku merasa sangat bersalah pada Roni tapi di lain sisi aku merasa sangat puas dan tidur dengan nyenyaknya.
Esoknya seperti biasa di hari Minggu aku dan Roni berenang di pagi hari tetapi mengingat adanya Bram, kami yang biasanya berenang bertelanjang akhirnya memutuskan memakai pakaian renag, aku syukuri karena hal ini dapat menutupi buah dadaku yang masih memar karena gigitan Bram. Saat kami berenang aku menyadari bahwa Bram sedang menatap kami dari kamarnya. Dan saat Roni sedang asyik berenang kulihat Bram memanggilku dengan tangannya dan yang membuat aku terkejut dia menunjukan penisnya yang sudah mengacung besar dan tegang. Seperti di hipnotis aku nekat berjalan ke dalam.”Ron aku mau ke dalam ambil makanan ya..!” kataku pada Roni, dia hanya mengiyakan sambil terus berenang, Roni memang sangat hobi berenang bisa 2 jam nonstop tanpa berhenti.
Aku dengan tergesa masuk ke dalam dan menuju kamar Bram. Di sana Bram sudah menunggu dan tak sabar dia melucuti pakain renangku yang memang hanya menggunakan tali sebagai pengikatnya. “Gila kamu Bram..bisa ketahuan Roni lho,” protesku tanpa perlawanan karena aku sendiri sangat bergairah oleh tantangan ini. dan dengan kasar dia menciumi punggungku sambil meremas buah dadaku “Tapi kamu menikmatinya khan?!,” goda Bram sambil mencium leher belakangku. Dan aku hanya mendesah menahan nikmat dan tantangan ini. Yang lebih gila Bram menarikku ke jendela dan masih dari belakang dia meremas-remas buah dadaku dan meciumi punggung hingga pantatku, “Gila kau Bram, Roni bisa melihat kita,” tapi anehnya aku tidak berontak sama sekali dan memperhatikan Roni yang benar-benar sangat menikamti renangnya. Di kamar Bram pun aku sangat menikmati sentuhan Bram. “Tyas kamu suka ini khan?” tanyanya sambil dengan keras menusukan penisnya ke dalam vaginaku dari belakang. “AHH..Bram..” teriakku kaget dan nikmat, sekarang aku berani bersuara lebih kencang karena tahu Roni tidak akan mendengarnya. Langsung saja Bram memaju mundurkan penisnya di vaginaku..”Ahh.. Bram lebih kencang..fuck me Bram..puaskan aku Bram..penismu sungguh luar biasa..Bram aku sayang kamu..” teriakku tak keruan dengan masih memperhatikan Roni.
Bram mengimbangi dengan gerakan yang liar hingga vaginaku terasa lebih dalam lagi tersentuh penisnya dengan posisi ini,”Tyas..khhaau hhebat..” desahnya sambil terus menekanku, kalau saja Roni melihat sejenak ke kamar Bram maka dia akn sangat terkejut meilhat pemandangan ini, istrinya sedang bercinta dengan rekan kerjanya. Ternyata kami memang bisa saling mengimbangi, kali ini dalam waktu 20 menit kami sudah mencapai puncak secara bersamaan “Teruuus Bram lebih khheeenncang..ahhhh aku keluar Braaaaam”, teriaku. “Aaakuu juga Tyyaaasss..nikkkkmat ssekali mmmeemeekmu..aahhhhh.” teriaknya bersamaan dengan puncak kenikmatan yang datang bersamaan. Setelah itu aku langsung mencium bibirnya dan kembali mengenakan pakaian renangku dan kembali berenang bersama Roni yang tidak menyadari kejadian itu.
Setelah itu hari-hari berikutnya sungguh mendatangkan gairah baru dalam hidupku dengan tantangan bercinta bersama Bram. Pernah suatu saat ketika akhirnya Roni mau bercinta denganku di suatu malam hingga akhirnya dia tertidur kelelahan, aku hendak mengambil susu di dapur dan karena sudah larut malam aku nekat tidak mengenakan pakaian apapun. Saat aku membungkuk di depan lemari es sekelebat ku lihat bayangan di belakangku sebelum aku menyadari Bram sudah di belakangku dan langsung menubruku dari belakang. Penisnya langsung menusuk vaginaku yang membuatku hanya tersedak dan menahan nikmat tiba-tiba ini. Kami bergumul di lantai dapur lalu dia mengambil kursi dan duduk di atasnya sambil memangku aku, “Bram kamu nakal” desahku yang juga menikmatinya dan kami bercinta hingga hampir pagi di dapur. Sungguh bersama Bram kudapatkan gairah terpendamku selama ini.
Akhirnya ketika proyek kantor Roni selesai Bram harus pergi dari rumah kami dan malam sebelum pergi aku dan Bram menyempatkan bercinta kembali.





 More Link Friend
 -------------------------------------------
http://cerpen-sex.blogspot.com/ 
http://wabers.blogspot.com/
http://xhamster-id.blogspot.com/
http://kocoxs.blogspot.com/
http://17seven-teen.blogspot.com/
http://kabar-malam.blogspot.com/
http://sex-ten.blogspot.com/
http://nungging-bgt.blogspot.com/
http://blogs-18.blogspot.com/
http://fotonakalku.blogspot.com/
http://nonokabg.blogspot.com/
--------------------------------------------
 More Link Friend
 -------------------------------------------
http://cerpen-sex.blogspot.com/ 
http://wabers.blogspot.com/
http://xhamster-id.blogspot.com/
http://kocoxs.blogspot.com/
http://17seven-teen.blogspot.com/
http://kabar-malam.blogspot.com/
http://sex-ten.blogspot.com/
http://nungging-bgt.blogspot.com/
http://blogs-18.blogspot.com/
http://fotonakalku.blogspot.com/
http://nonokabg.blogspot.com/
--------------------------------------------

Disqus for lences gaul